Lingkungan Buruk

 Ulangan 12:29-32

29  "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
30  maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.
31  Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka.
32  Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

Masih ingat, waktu kerja dulu, karena kawan-kawan terdekatnya orang sunda, maka otomatis logat saya berubah jadi orang sunda. 

Kemudian, pindah ke tempat lain, seputarnya orang jawa. Nah kembali, logatnya jadi orang jawa, bahkan bisa ngomong sedikit2 karena senior saya orang sragen medok. 

Setelah itu, saatnya saya keluar dari lingkungan orang jawa, saya mulai dipercaya Tuhan membuka usaha sendiri. Anda mau ikut yang mana? 

Jadi orang sunda, orang jawa, atau kembali jadi orang betawi jakarta. Ternyata, logat jawa saya agak sulit dibuang, bahkan sampai sekarang masih tetap kelihatan seperti itu, meskipun sudah tidak kuat lagi legoknya. 

Itulah, lingkungan dan pengaruhnya. Selang 20 tahun berlalu, tapi tetap saya ditanya, anda asli orang surabaya kah? Tidak mudah menghilangkannya. 

Mengapa bukan logat sunda, tapi jawa. Mungkin karena itu yang paling lama, atau mungkin yang paling saya nyaman, dan membuat saya bisa masuk ke mana-mana dengan smooth. Sebagai pebisnis, logat ini juga memegang peranan penting. 

Tapi Firman Tuhan ini mengajarkan saya, agar tidak ikut ke dalam pengaruh buruk lingkungan kita. Dalam kehidupan pebisnis, minimal rokok dan minum yang menjadi bagian dari pebisnis. Puji Tuhan bisa saya hindarkan. Semoga anda juga.

Kedua, lingkungan buruk soal pergaulan malam, kehidupan gerlap malam, dugem. Ini juga Puji Tuhan, bisa saya lewati dan tidak terjebak. Saat lingkungan anda sangat buruk, akan sangat sulit keluar. Jadi caranya, hindari daripada terjebak di dalamnya. 

Agar tim anda tidak kita suruh untuk kehidupan malam, dugem, maka otomatis mereka juga tidak terjebak di dalamnya. Beberapa orang merasa punya hobby begitu, jadi pilihlah tim anda dengan baik. Sebelum mereka masuk, tanya dulu kebiasaan mereka. 

Maka saya heran, ketika ratusan mahasiswa IPB terjebak kasus pinjol. Siapa yang salah? Lingkungan buruk merekakah yang membuat mereka mau tidak mau jadi ikutan ambil pinjol. Dan ini sangat sering bukan, kita ikut-ikutan karena tidak mau dibilang aneh. 

Pilihan ini memang ada di kita sendiri. Mau ikut dalam pengaruh lingkungan yang buruk, atau berdiri tegap, sendirian dan mungkin dijauhi orang karena tidak ikut-ikutan. 

Saya mau bilang, saya pernah demikian, berdiri sendiri, dan tidak peduli. Tapi Allah peduli. Maka ayat2 ini menguatkan kita kembali. Pilihan untuk berbeda, pilihan untuk menjauhi dan menghindari lingkungan buruk juga tidak masalah, ada Allah bersama kita, dan itu yang lebih penting diatas semuanya. 

 

Comments

Popular posts from this blog

Gegabah

Selamat Bahagia Bumi ku

Minta Cari Ketuk