Work From Home atau Work From Heart

Kembali setelah liburan panjang lebaran, kita menghadapi satu dilema lagi, apakah kita akan kembali ke kantor semua (Work from office), atau malah mengikuti anjuran tren Work from Home.

Bila kita kembali kepada panduan kita, Alkitab, maka pertama kembali ditunjukkan kepada kita

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15)

Maka kita akan melihat, mau tidak mau, kita harus bekerja. Bahkan manusia pertama yang ada pun telah mendapatkan tugas khusus, bekerja mengusahakan dan memelihara taman. 

Tapi mungkin manusia pertama itu tinggal di taman Eden, dan bekerja juga di taman Eden. Apakah ini bisa dianggap work from home ? 

Kenyataannya tidak. Pastikan Sang Adam punya tempat dia beristirahat (home / rumah), dan ada tempat dia mengerjakan pekerjaannya, itulah tempat nya bekerja (work). 

Tantangan untuk kita, sang pengelola usaha yang diberikan Tuhan, memikirkan apakah kita akan tetap WFH, atau WFH. Apapun pilihannya kembali ke kita sendiri, serta jenis usaha yang dikerjakan. Tidak semua bisa dikerjakan dengan WFH. Kita harus memilih jenis pekerjaan yang bisa WFH, dan yang tidak dilakukan secara WFH. 

Di kantor saya sendiri, ada sales yang mulai bekerja dan selalu bekerja secara WFH, tapi ada waktu di mana dia akan datang ke kantor untuk berkoordinasi dengan ketat. Tidak ada jeda baginya meskipun dia WFH. 

Di kantor kawan saya, sebuah startup terkenal dunia, demikian juga. Mereka hampir full WFH,karena bidangnya adalah software. Tapi mereka menjalani meeting pagi dan sore, memonitor semua pekerjaan tim yang bekerja secara WFH. 

Apapun itu, yang penting sebenarnya adalah Work From Heart, bekerja dari hati. Tanpa bekerja dari hati, mau di kantor, di rumah, dan di mana pun, pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik, dan hasil yang diberikan kurang maksimal.

Marilah fokus bekerja dengan hati, bukan mempermasalahkan lokasinya.


Comments

Popular posts from this blog

Meninggalkan Zona Nyaman

Minta Cari Ketuk

Take me higher God