Menjadi Fasilitator

 Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)

Semenjak mengenal komunitas KBC (Kingdom Business Community) tahun lalu, saya aktif mengikuti berbagai kegiatan KBC. Mulai dari peserta di Sukses Sejati, GLEAM dan Lead To Bless. 

Tahun ini saya memulai salah satu janji iman saya, menjadi fasilitator dalam kegiatan KBC, dan dimulai dengan menjadi fasilitator di Sukses Sejati. Meskipun secara online, tapi ada banyak hal yang bisa saya ambil dari kegiatan menjadi fasilitator. 

Dan sekarang, akhir bulan maret ini , saya akan kembali melayani sebagai fasilitator di GLEAM. Salah satu hal menarik yang menjadi perenungan saya saat mengikuti pembekalan yang disampaikan pak Agus Susetyo adalah perbandingan seorang fasilitator vs mentor vs coach. 

Dulu saya ingat, saya pernah bermimpi dan mentargetkan menjadi motivator, maka upaya yang pernah saya coba adalah mengikuti pelatihan menjadi coach. Pada saat saya sendiri akan di - coach, saya melihat pendekatan coach yang kurang sesuai, sehingga akhirnya saya mundur. 

Lalu saya melihat dan berusaha juga menjadi mentor. Seyogyanya ini sangat sesuai dengan aktifitas saya, tapi ternyata belum semua benar dan sesuai. Saya merasakan masih banyak di dalam diri saya sendiri pun harus ditingkatkan lagi. 

Maka ayat ini mengingatkan saya banyak hal. Seringkali saat kita menjadi pembimbing, baik sebagai coach, mentor dan bahkan sekarang saya menjalankan sebagai fasilitator, kerap kita melihat 'serpihan kayu' di mata saudara kita, para tim yang kita ada bersama, tapi kita tidak melihat balok di depan mata kita sendiri. 

Menjadi fasilitator kelihatan jauh lebih sederhana, tidak sekeren istilah coach dan mentor, tapi menjalankan fungsi yang sama. Fungsi yang tidak kalah rumit juga untuk menjadi 'sahabat' bagi tim kita. 

Pelajaran berharga menjadi fasilitator Sukses Sejati, melihat, mendengar dan mendampingi mereka yang kepayahan dikejar target untuk dirinya sendiri, mengingatkan terus untuk mencapai standar yang telah ditentukan dari minggu ke minggu. Mirip dengan peran mentor bukan?

Melihat 'serpihan' dan 'balok' juga mengingatkan saya untuk menjaga fokus. Seringkali kita tidak melihat apa yang orang lihat, demikian pula sebaliknya. Tapi dengan melihat dari cermin Allah, kita semua menjadi sadar dan kembali kepada fokus kita. Banyak yang kita alami dalam group kecil dan besar, justru mengingatkan kita kembali, kembali kepada fokus kita.

Untuk ini tidak mudah, menjadi fasilitator juga harus mengemban tanggungjawab. Maka saya bersyukur ada momen kami para fasilitator bisa berkumpul meskipun secara virtual, saling berbagi dan saling menguatkan. 

Tidak sedikit juga masukan positif dan negatif akan diberikan kepada kita selaku fasilitator, dan semua itu justru menambah semangat kita, jangan kendor. Ada kalanya kita tidak digubris, tidak dihargai, tidak dianggap, tapi bukankah itu semua sudah umum, seorang pembimbing tidak boleh menyerah. 

Salah satu peran yang saya syukuri adalah peran kecil kita untuk menguatkan pribadi-pribadi dalam tim kecil kita. Kita tidak menggurui, kita hanya memulai dengan telinga kecil kita untuk mendengarkan. Mendengarkan adalah bagian terumit bagi seorang fasilitator, karena kadang justru kita yang mendominasi diskusi, peran yang seharusnya diberikan kepada anggota tim. Tapi saya juga mendapati, tidak semua bisa dibicarakan dalam tim, ada hal-hal yang justru hanya bisa dibicarakan secara pribadi, japri. Tapi tetap kita semua fokus ke tujuan yang sama .

Sungguh saya merasa dikuatkan, dilengkapi dan terus diperbaharui, justru pada saat-saat saya menjadi fasilitator, mendampingi rekan-rekan dalam satu tim. 

'Serpihan kayu' dan 'balok kayu' akan selalu menjadi bagian dalam hidup kita, tapi dengan menjalani keseharian menjadi fasilitator, maka kita akan semakin peka. Maka tidak heran, banyak teman-teman fasilitator senior, yang telah menjalaninya bertahun-tahun sejak awal KBC ada, karena mereka sungguh diberikati. Dengan melihat diri kita tidak hebat dan sombong karena posisi fasilitator, kita akan semakin terus diperbarui Tuhan, sang Kepala Gereja. 

Silahkan bergabunglah menjadi fasilitator, dan nikmati anugrah terindah dari Tuhan yang akan anda terima.

Comments

Popular posts from this blog

Gegabah

Minta Cari Ketuk

Selamat Bahagia Bumi ku