Penyalur Berkat Imlek

 


Memahami 1 Raja-raja 17:13 di saat hari Imlek 2022 adalah sangat tepat. 

1 RAJA-RAJA 17:7-16

 7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
 8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
 9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
13  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14  Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
15  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16  Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.


Sungguh besar kasih penyertaan Tuhan kepada hambaNya, Elia. Yang diajarkanNya utuk tidak kuatir sedikit pun akan masa depan. Sebelum hari Imlek, banyak ramalan-ramalan terkait dengan shio ini dan itu, dan semua menyampaikan banyak hal baik dan buruk. Tapi dari pengalaman Elia dan Janda miskin ini kita belajar, bahwa jauh di atas segala ramalan itu, ada Tuhan, pemelihara langit dan bumi serta isinya, termasuk kita. 

Penyertaan Tuhan yang tiada habisnya ini seringkali tidak kita sadari. Telah hampir dua tahun kita masuk di masa pandemi, dari perkiraan 3 tahun yang harus kita alami. Kemudian apa yang sudah Tuhan buat untuk kita ? Banyak yang merasakan kehilangan orang terkasih mereka, tapi mereka tetap bisa bertahan dan kuat. Ada yang jatuh miskin karena usahanya bangkrut, tapi tetap bisa hidup dan bertahan hingga sekarang. Ada yang sakit menahun, tapi tetap bisa tersenyum saat ini. Penyertaan Tuhan yang luar biasa seringkali tidak kita sadari bukan?

Demikian juga momen tahun baru Imlek, dimana semua orang mendoakan yang terbaik untuk orang lain, semoga menjadi tahun berkat, mendapatkan berkat, mendapatkan uang dan rezeki, kebahagiaan, semua orang ingin itu untuk dirinya dan orang lain yang dikenalnya. Tapi apakah kita melupakan bahwa sumber semua itu adalah Tuhan sendiri ?

Maka meskipun hati kita bersukacita karena Imlek tiba, tetaplah ingat, penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita. Lalu mau kita nikmati sendirikah berkat Tuhan itu ? Janda miskin dalam cerita kita tadi itu diajak untuk bisa memberikan 'berkat terakhir' yang dimilikinya kepada Elia, orang yang baru dikenalnya. Tapi dia mau berbagi, dan luar biasa, penyertaan Tuhan kembali menyertai janda itu dan anaknya, bahkan hingga tiada habisnya. Dan pastinya dia akan heran oleh karena kuasa Tuhan itu. 

Janda miskin itu seperti layaknya kita saat ini. Mengharapkan selalu berkat yang terbaik, mungkin ini berkat terakhir. sehingga cenderung tidak mau berbagi dengan orang lain. Tapi pada saat kita mau berbagi, membagi, mungkin hanya sedikit, tapi Tuhan memberikannya tiada habis. Maka selalu, setiap imlek tiba, ada rasa sukacita, diiringi rasa berbagi, berbagi kesukacitaan, makanan hingga uang angpao. Tapi intinya mereka tetap ingin agar makin banyak berkat untuk dirinya, dan inilah yang Tuhan ajarkan. 

Penyalur berkat mana mungkin tidak menerima dahulu aliran berkatNya, bukan? 

Rasakan sukacita dalam keluarga dan komunitas karena hari Imlek tiba, tapi tetap ingat, penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita, dan kita diminta untuk menjadi saluran berkat Tuhan, dimana dan kapanpun.. 

Comments

Popular posts from this blog

Meninggalkan Zona Nyaman

Minta Cari Ketuk

Take me higher God