Pentakosta di masa Pandemi

 Pentakosta, hari ke lima puluh, hari turunnya Roh Kudus. Roh Kudus yang bagi umat Kristiani, adalah pengganti sementara kehadiran Tuhan Yesus Kristus, sambil menunggu kedatangannya yang kedua kali. 

Tugas Roh Kudus ini lah yang seringkali kurang dipahami, dimengerti umat. Roh Kudus di saat masa pandemi ini , justru sangat kita perlukan. Karena dengan adanya Roh Kudus, Tuhan yang ada di dalam kita, kita memiliki keberanian, kekuatan untuk menjalani hidup masa pandemi. 

Tidak sedikit, dalam keseharian kita, kita bertemu dengan orang yang putus asa. Mereka yang tidak punya pengharapan lagi. Bingung karena kehidupan mereka yang terpuruk, terlebih karena masa pandemi. Tidak bisa lagi mereka menabung, mereka menggantungkan hidupnya dari hari ke hari. Tekanan ekonomi kita rasakan terutama bagi mereka yang terkena dampak pengurangan karyawan. Tadinya mereka memiliki penghasilan, sekarang mereka bekerja serabutan. 

Roh Kudus menguatkan mereka yang kesulitan ekonomi, dengan memahami bahwa penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya perusahaan kecil, perusahaan yang maha besar sekalipun terkena dampak Pandemi ini. Tapi apakah kita hanya mau berdiam diri, pasrah dan tidak melakukan apa-apa ?

Kita justru harus bangkit. Mengerjakan apa yang kita bisa. Di kawan-kawan saya sendiri, toko mereka mendadak sepi, semua beralih belanja online, dan persaingan jadi lebih hebat lagi, tanpa mengenal batas. Mereka kalap, dan pindah ke bisnis lain. Dan mereka membuka usaha baru, yang tidak ada hubungannya dengan bisnis sebelumnya. Tapi itulah manusia, diberikan kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan baik. Maka Roh Kudus akan memimpin kita, menemukan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. 

Karyawan yang mendadak tidak punya penghasilan, berusaha serabutan. Beberapa menemukan pola baru dalam usaha kuliner, usaha kesehatan, dan lainnya. Itulah kuasa Roh Kudus. Dia memampukan kita melihat, ada peluang. Dibalik krisis ini ada peluang. 

Bagaimana Roh Kudus bisa membantu kita ? Pertama, tentu kita harus percaya, sepenuhnya hidup kita ini adalah milik Tuhan, dan Tuhan tidak akan membiarkan kita terjatuh, tergeleletak. Bila kita tidak punya hubungan baik dengan Tuhan, inilah saatnya. Kita bergantung penuh kepada Tuhan. 

Kedua, membiarkan Tuhan memimpin. Setelah kita mengenal Tuhan dengan baik, kita akan melihat, bahwa hidup kita ini adalah milik Tuhan. Tuhan akan mengijinkan kita jatuh, tapi juga Tuhan yang sama akan memimpin kita bangkit. Yang kita harus lakukan, hanya menyerahkan sepenuhnya dalam pimpinan Tuhan. Jangan biarkan ego, kerakusan, dan ketakutan anda menguasai hidup anda. 

Ketiga, berkaryalah. Orang berpikir, semua untuk dirinya sendiri, coba pikirkan untuk orang lain. Berkarya itu tidak untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain. Pada saat berkarya untuk orang lain, semua akan terbuka. Jalan akan terbuka yang semula tidak ada, akan ada jalan keluar. Karena kita bekerja untuk orang lain. Bahwa nantinya ada keuntungan untuk diri kita, itu adalah akibat usaha , karya untuk orang lain. 

Sesungguhnya penyertaan Roh Kudus akan terus kita perlukan dalam hidup kita, tidak hanya di masa pandemi , dan peringatan Pentakosta kali ini sungguh bermakna. Sudah kali kita memperingatinya di kala Pandemi, masih bisa lihat kah pimpinan Tuhan, pimpinan Roh Kudus dalam hidup anda selama ini ??

sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/60a9e810d541df0c4a2bc433/pentakosta-di-tengah-pandemi

Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4