Musuh Jadi Kawan

  DANIEL 3:10-18


10  Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,
11  dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
12  Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan."
13  Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
14  berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
15  Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
16  Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18  tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Ingat cerita Daniel diatas ?
Daniel dan ketiga kawannya benar-benar mengalami 'ujung' dari kehidupan mereka, tapi mereka tidak takut. Mereka tahu ALLAH akan melindungi mereka, dan mereka dengan YAKIN dan PERCAYA menjawab TEGAS. 

Ini juga yang kita lihat belakangan ini di berbagai panggung politik bukan ? Ada yang menjadi seteru, musuh, lawan, tapi begitu memenangkan pertandingan, malah merangkul musuhnya. Tidak ada yang abadi juga di dunia ini, termasuk urusan musuh dan kawan. Musuh bisa jadi kawan, kawan bisa jadi musuh, dan kemudian berbaur kembali. 

Dari pelajaran Daniel , kita mengambil teladan mengenai KEYAKINAN dan PERCAYA kepada ALLAH yang maha kuasa. Ini yang benar-benar kita jalani saat ini. Kita yang tengah sulit di tengah pandemi, apapun KESULITAN hidup yang kita rasakan , mungkin ada yang urusan keluarga, ada yang terkena covid, ada yang sakit dan meninggal, ada yang pusing urusan ekonomi, tapi percaya dan keyakinan kita kepada ALLAH tidak boleh berkurang. 

Ini juga yang diperlihatkan dalam ayat-ayat selanjutnya, Raja yang menjebloskan mereka ke api yang luar biasa panas menyala, malah menjadikan mereka , Daniel dan teman-temannya ini menjadi pembantu raja. Musuh malah jadi kawan. Tidak ada yang abadi. Yang abadi hanya ALLAH. 

Maka bila dalam kehidupan keseharian kita, kita merasa punya MUSUH, cobalah dipikirkan kembali, apakah benar demikian ? Kebencian kita akan luput bila kita kembali kepada ALLAH yang memiliki semua dalam hidup kita. Bila kita menganggap ada yang bisa kita miliki di dunia ini, maka kebencian dan permusuhan akan selalu menjadi kawan kita. Kebencian ini harus kita lawan dengan mengingat semua yang ada di hidup kita adalah punya Allah, maka kita akan merasakan damai, karena tidak ada yang bisa kita miliki di dunia fana ini. Perlakuan orang yang kasar dan jahat, kita harus tuntaskan kita dengan kasih, maka Tuhan mengajarkan kepada kita untuk mendoakan musuh kita bukan?

Memiliki musuh sangat tidak menyenangkan dalam hidup kita, kita selalu berpikir dan berusaha menjatuhkan dan mehyakitkan mereka. Padahal kita tidak seharusnya demikian. Banyak hal dalam hidup kita malah menjadi berantakan karena fokus kita hanya kepada musuh kita, bukan kepada hidup yang telah Allah karuaniakan kepada kita.

Kembali ingat, Tuhan pemilik hidup kita, tujuan hidup kita adalah Allah, bukan musuh kita, dan biarkan suatu saat mereka malah menjadi kawan kita. Apalagi bila mereka ternyata adalah tim atau mitra bisnis kita sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4