Dalam Masalah

 14  Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan.


15  Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.


https://alkitab.sabda.org/?Kejadian+14:1-15


Abram, sebelum menjadi Abraham, ditempa banyak hal dalam hidupnya, sebelum sepenuhnya menjalani panggilan Tuhan. 


Salah satunya adalah ketika anak saudaranya tertawan, Lot, dia membelanya dan menyelamatkannya. Jalan hidup ini membentuk Abram bagaimanapun juga. Dan kita melihat kejadian berikutnya saat Lot memilih untuk tinggal diam di Sodom, dan akhirnya dimusnahkan Tuhan karena kebobrokannya. 


Seringkali inii terjadi dalam hidup kita. Kita berteman, bahkan bersaudara dengan orang yang memiliki pandangan berbeda, dan sangat ekstrim. Tapi tetap kita bersedia menjadi teman, menjadi saudara, dan membela mereka, meskipun mereka tidak sepenuhnya benar atau baik.


Ini menunjukkan kepada kita, betapa hidup kita tidak sempurna. Kita penuh dengan kelemahan, tapi Tuhan tetap mengijinkan itu terjadi dan bahkan saling membantu, menolong, pada saat kesulitan terjadi. 


Lot mungkin bukan orang sempurna, Abram juga, seperti kita. Tapi Abram membantunya, memberikan yang terbaik, dan ini menunjukkan kualitas kita. 


Kita adalah orang-orang berdosa, dalam banyak hal kadang-kadang mengikuti kehendak sendiri lalu terjebak dalam masalah besar. Tetapi kasih Allah tak pernah berpaling dari kita. Ia tak pernah mengungkit-ungkit masa lalu kita melainkan tangan-Nya selalu terbuka untuk menyambut kita. Karena kasih-Nya kepada kita, Ia sendiri datang menyelamatkan kita


Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4