Membaca Pikiran

Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+9:1-8

Matius 9:1-8

 1  Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
 2  Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
 3  Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
 4  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
 5  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
 6  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
 7  Dan orang itupun bangun lalu pulang.
 8  Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.




Sudah hampir 2 minggu, saya berdiam diri di rumah. Sesekali hanya keluar hanya untuk membeli kebutuhan pokok. Tidak banyak yang bisa dilakukan di luar sana. Semua tim kantor pun juga telah bekerja di rumah. Terakhir kali saya keluar mengantarkan laptop-laptop untuk tim admin, agar mereka semua bisa bekerja di rumah.

Makin ke sini memang suasananya makin tidak menentu, apabila kita mengikuti beritanya di sosial media. Tapi apabila kita fokus kepada apa yang bisa kita kerjakan, maka tetap kita bisa efektif. 

Itulah sebabnya, saya merubah pola pikir saya. Dari pagi setelah olahraga dan berjemur, kami bekerja membereskan rumah dan kemudian duduk di depan laptop untuk bekerja. Apa saja yang bisa dikerjakan. Saya memandu kerja tim agar mereka bisa terus bekerja. Ada yang bisa bekerja melakukan instalasi secara remote, ada sales yang tetap bisa membuat penawaran dan mengirimkannya. Ada juga pekerjaan yang terpaksa harus ke customer, dan dengan segala persiapan untuk keamanan fisik tim, mereka turun ke lapangan. Tim admin tetap bisa bekerja mengakses invoice, pajak, akunting dari remote. Betapa bersyukur kami bekerja di bidang teknologi, yang semuanya bisa diakses secara remote. Maka Work From Home tidak menjadi masalah besar. Hanya menjadi masalah bagi tim infrastruktur, karena mereka tetap harus bekerja di lapangan. Setelah seharian fokus ke pekerjaan, barulah sore dan malam agak santai , memonitor berita dan sosial media. Dengan cara ini kita tetap bisa fokus produktif.

Itulah bedanya. Dengan memenuhi pikiran kita dengan pikiran baik , positif dan produktif, maka kita tetap bisa produktif. Selama masa bekerja work from home. saya tidak banyak memforward berita di WA dan Sosmed ke rekan yang lain. Gambar-gambar lucu dan informatif, video yang menarik dan informatif, itu yang saya coba bagikan. Karena apa? Karena pikiran jahat kitalah yang membunuh kita. Para korban wabah Covid-19, sebagian besar (98%) sembuh karena mereka berpikir positif, mereka dikelilingi perawat, dokter, pasangan yang berpikir positif, mereka yang sembuh karena mereka berdoa dan memuji Tuhan.

Itulah sebabnya Tuhan bertanya "mengapa kamu memikirkan hal yang jahat dalam hatimu?" Hati kuatir, hati jahat membuat pikiran kita jahat. Pikiran jahat membuat kita lemah dan jatuh dalam dosa. 

Maka, kita sebagai pemimpin, para team leader, para manager, para direksi, pemilik perusahaan, harus memiliki pola pikir yang tepat di masa ini. Dengan membiasakan kita berpikir baik, berpikir tidak jahat, maka kita akan bisa melewati masa sulit ini.


Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4