Semua ada saatNya

Lukas 18:31-34 (TB)  Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.
Sebab Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olokkan, dihina dan diludahi,
dan mereka menyesah dan membunuh Dia, dan pada hari ketiga Ia akan bangkit."
Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.

https://alkitab.app/v/628f2f535283

Perhatikan gaya penulisannya : Semua ada saatNya . Ya, Nya dalam huruf besar, menunjukkan milik sang kuasa.

Pada saat memulai usaha, hanya dengan modal hutang untuk membuat surat perusahaan, dan hari-hari dilalui dengan kekuatan doa. Menantikan saatNya tiba ini sungguh perjuangan luar biasa.

Untuk bisa bangkit, berjalan dan bahkan berlari, sebuah perusahaan butuh waktu. Itu yang saya pahami. Belajar dari beberapa tempat bekerja sebelumnya, belajar dari usaha sebelumnya, saya mempersiapkan diri lebih baik agar bisa mengelola usaha semakin baik.

Ternyata bagian dari belajar inilah yang disebut juga waktuNya, waktu Tuhan. Dari tahun 1996, saya sudah berusaha agar bisa punya usaha sendiri, tapi ternyata Tuhan baru ijinkan di tahun 2005. Dan itu pun tidak dengan cara mudah. Saya harus benar-benar dibangkrutkan, dikosongkan, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Penyerahan diri inilah yang Tuhan mau, dan kita mengakui semua ada waktu Tuhan.

Sekarang usaha kecil ini sudah berjalan 15 tahun, berganti tim sudah puluhan kali, banyak ada komunitas ex-DCM yang saya tahu. Saya bangga dan senang, mereka boleh menyebut diri mereka ex-DCM, karena berarti ada keterikatan yang tetap terjalin meskipun sudah tidak bersama lagi.

Memahami waktu Tuhan juga sedang saya lakukan, karena fase ini seharusnya saya sudah menyerahkan kepemimpinan kepada mitra terpercaya yang harus bisa berjalan mengembangkan usaha ini seturut kehendak Tuhan. Tapi rencana tinggal rencana, karena ada rencana yang tidak bisa kita mengerti, rencana Tuhan, waktu Tuhan, saatNya tadi.

Bersabarlah dan berusahalah mengerti kehendak Tuhan, itu yang harus kita lakukan.

Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4