Kebiasaan mendengar

Mendengar menjadi aspek penting dalam sebuah relasi. Saat seseorang bersedia mendengar, ia sudah menginvestasikan banyak hal di sana. Ia menyediakan waktu, membangun rasa hormat, terlebih lagi, ada hati untuk belajar memahami lawan bicara.

Tuhan berulang kali menegaskan betapa pentingnya mendengar firman Allah. Para pendengar firman Allah digambarkan seperti tanah subur (Luk 8:4-15). Mereka laksana pelita yang cahayanya dapat terlihat dan dinikmati oleh banyak orang (16-18). Tuhan pun memberikan tempat istimewa kepada mereka, yaitu diakui sebagai keluarga inti (19-21).

Ini yang Tuhan ingin kita lakukan, pertama, belajar mendengar Firman Tuhan. Kedua, kita harus bisa jadi pendengar bagi tim kita.

Ada banyak hal dalam hidup ini yang mengalihkan kita agar tidak mendengar firman Tuhan, misalnya kesibukan. Kita diminta menyadari bahwa betapa rindunya Tuhan berbicara dengan kita. Bagaimana caranya agar kita mampu mendengar suara-Nya? Berdiam dirilah sejenak setiap hari dan ambil waktu untuk merenungkan firman Tuhan.

Mendengar tim kita juga perlu kesabaran, waktu dan konsentrasi. Tidak mudah menjadi pendengar, terutama apabila kita merasa menjadi atasan mereka, demikian pula sebaliknya. Tim kita juga kadang ragu, takut dan sungkan untuk berbicara, menyampaikan dan diskusi dengan kita.

Mari kita biasakan diri untuk bisa mendengar.


Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4