Berserah Diri

Mungkin sangat mudah menyebutkannya, sangat mudah membicarakannya, dan sangat mudah juga menuliskannya. Tapi sungguhlah, sangat sulit melakukan dan menjalaninya. Inilah kata yang harus kita ingat senantiasa, yang dilakoni oleh Yesus kepada kita.

Berserah diri pun harus kita lakukan dan jalani pada saat kita menerima telepon dari calon konsumen, pada saat menjelaskan produk dan jasa kita, dan pada saat mereka meneliti dan melihat produk dan hasil dari pekerjaan kita. Berserah diri juga menuntun kita untuk melihat, apakah memang Tuhan Yesus menghendaki orang ini, perusahaan ini menjadi klien kita.

Kemudian berserah diri selanjutnya adalah melakukan dan menjalani 'melayani' klien kita yang telah memberikan kepercayaannya kepada kita.

Berserah diri juga acapkali kita rasakan pada saat orang ataupun perusahaan tidak mampu atau tidak dapat membayar tepat waktu.

Berserah diri yang paling rumit adalah pada saat klien kita, di dalamnya orang-orang tertentu memanfaatkannya untuk memperkaya dirinya sendiri, mengambil keuntungan dirinya sendiri, dan inilah posisi yang paling rentan. Saya lebih sering mengelak dan menghindari kemungkinan ini, meskipun saya tahu, dia atau perusahaan itu mungkin tidak akan kembali menggunakan produk dan jasa saya, disinilah saya berserah diri.

Berserah diri senantiasa kita lakukan, senantiasa kita jalani, dan Tuhan telah mencontohkan, memberikan teladan, dimana kita harus membuang semua yang menghambat kita, menghimpit kita, dan maju terus menghampiri Kristus.

Sudahkan Anda berserah diri ??

Comments

Popular posts from this blog

Kerja adalah bakti

Hitunglah BerkatNya Pasti Kau Heran

Berpusat kepada Tuhan, Jurus Atasi PPKM Level 4