Posts

Showing posts from January, 2009

Pengusaha suka memberi

"Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan." (Amsal 22:4). Sebagai pengusaha, kita ditantang untuk memberi. Tidak hanya memberi perhatian, dukungan, dana, tetapi ada sesuatu yang lebih besar yang akan kita kerjakan, terutama untuk orang lain. Kalau kita dapat memberi bantuan dan memotivasi orang lain untuk hidup yang lebih baik, itu merupakan kebahagiaan bagi kita. Saat memberi dengan tulus, sesungguhnya hati kita sedang dibentuk serupa dengan hati Bapa, yaitu penuh dengan kemurahan. Inilah keuntungan yang bersifat kekal, yang melekat dalam hati kita. Keuntungan lain yang akan didapatkan orang yang suka memberi adalah dari sisi Tuahn. Tuhan berkenan memberkati jalan hidup orang yang rendah hati. 'Tetapi orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah (Mzm 37:11)'. Pada saat kita memberi dan orang lain menerima, ada saat keadaan dan motivasi orang dapat berubah, maka

PAKU YANG TERTANCAP

(Ubahlah aku ya Tuhan) Suatu hari ada seorang gadis kecil yang cantik dan baik hati tapi sering ngambek, nggak sabaran dan sering marah. Namanya Mimi. Ibu Mimi sedih melihat Mimi sering marah-marah. Suatu ketika Ibu Mimi memanggil Mimi ”Mimi, sini sayang…” Mimi mendekat, “ya bu.. ada apa?” Lalu ibu Mimi memberi sebilah kayu, paku dan palu. Mimi bingung “ini.. buat apa bu?” “Mimi, setiap kali kamu marah, kamu ambil sebuah paku dan tancapkan ke kayu ini, dan sebaliknya saat kamu dapat menahan amarahmu, kamu boleh cabut sebuah paku dari kayu ini” Mimi mengikuti perkataan ibunya, tiap kali ia marah, ia menancapkan sebuah paku dan saat ia dapat menahan amarahnya ia mencabut sebuah paku. Secara bertahap Mimi sadar, ternyata untuk menancapkan paku dan mencabutnya itu sulit, nggak kalah sulit dibandingkan mengatur emosinya. Lalu Mimi mendekati ibunya, “bu.. ini aku balikin kayu, paku dan palu..” kata Mimi cemberut Ibu Mimi melihat Mimi, lalu tersenyum “kenapa dibalikin, Mimi..” “

Kenapa harus kuatir?

Memasuki awal tahun 2009, ada yang berbeda. Tidak hanya karena saya dapat menghabiskan waktu banyak bersama keluarga (dan saya yakin juga banyak orang bisa melakukan itu) karena libur yang panjang di awal tahun. Tetapi juga panas terik, suasana macet, serangan Israel yang membabibuta ke tanah Palestina - semuanya seolah mendukung tahun ini tahun 'panas'. Tapi toh, perasaan 'panas' tidak hanya dimiliki oleh bangsa palestina saat ini. Mungkin sebagian besar orang dan umat dunia juga bertanya-tanya dan kuatir tentang segala sesuatunya di tahun 2009 ini. Saya dengar dari tante saya tentang bagaimana orang-orang di Amerika mulai berhemat, tidak membeli makanan segar, tetapi membeli makanan kaleng lebih banyak. Bagaimana mereka sekarang mulai mengurangi makan di luar rumah, dan semua kembali ke rumah untuk makan, memasak sendiri. Itu baru dari Amerika yang saya dengar, entah benar atau tidak. Tidak tahu dengan belahan dunia yang lain, atau mungkin di negara kita sendiri.