Posts

Showing posts from November, 2008

Right On Time

Istilah 'Right On Time' bisa berarti 'Tepat Pada Waktunya', atau mungkin lebih menarik lagi apabila diganti menjadi 'Tepat Pada WaktuNYA'. Beberapa hari ini benar-benar menyiksa, dimana semua pengeluaran untuk proyek demikian tinggi, saya harus berkonsentrasi dalam beberapa presentasi penting untuk klien baru, tetapi yang membuat saya kehabisan energi adalah karena saya harus bernegosiasi untuk pembayaran tenggat waktu dimana karena klien saya belum membayar saya. Wah, benar-benar seperti lingkaran, bulat tiada habisnya, dan seolah tidak ada ujung pangkalnya, semua saling tarik menarik. Dan ini menghabiskan energi. Tapi toh, saya harus pasrah juga, karena dalam banyak hal, bisnis yang selama ini saya jalani adalah anugrah dan 'maunya' Tuhan, jadi pasti dan pasti, Dia kasih jalan, cuma kapan?? Pertanyaan itu terjawab sore ini, dimana saya sudah pulang dengan letih sampai di rumah, mampir dulu utk mencukur habis rambut saya karena saking pusingnya, eh

9 Penyebab Anda Bergaji Kecil

Memang gaji yang diterima setiap orang belum tentu sama. Dua orang manajer yang bekerja di satu bidang di perusahaan sama bisa memiliki penghasilan berbeda. Kalau gaji yang diterima besar, tentu tak menjadi masalah. Gaji kecil lah yang sering membuat kita bertanya-tanya. Apa saja yang memengaruhi kecilnya gaji? Ini faktornya. 1. Pendidikan Standar Memang banyak pengusaha yang tidak lulus pendidikan tinggi bisa sukses dan mendapat penghasilan besar. Meski begitu, pendidikan tinggi tetap membantu seseorang mendapat penghasilan lebih besar. Statistik menunjukkan, orang yang menempuh pendidikan tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang berpendidikan rendah. 2. Usia Muda Mereka yang berumur 25 tahun ke bawah cenderung berpenghasilan lebih rendah dibandingkan yang berumur di atas 25 atau 30 tahun. Ini masuk akal mengingat pengalaman di satu bidang, jika ditekuni dari tahun ke tahun akan membuat pengalaman bertambah sehingga penghasilan pun juga bertambah. 3. Pe

BENAHI DIRI DALAM MENGHADAPI KRISIS GLOBAL

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya berkali-kali menerima telepon dari teman dan nasabah yang bertanya, "sebaiknya saya bagaimana, Pak?" Kepanikan memang tidak bisa dicegah, apalagi kemudian terjadi peristiwa yang mencemaskan di seluruh dunia. Bisa dibilang, ini adalah gelombang ketiga dari krisis ekonomi yang terjadi selama ini, yang merembet mulai dari surat hutang yang buruk, hingga menjatuhkan ekonomi global. Gelombang ketiga terjadi akibat gelombang kedua ketika negara-negara berkembang mengalami kekacauan ekonomi akibat dua hal. Yang pertama, mereka kehilangan negara pembeli yang potensial. Yang kedua, di antara negara berkembang sendiri ada Brasil, Rusia, India, dan Cina yang selama ini pertumbuhan industrinya luar biasa, menghasilkan produk dalam jumlah luar biasa, yang segera mengalir mencari pasar-pasar yang masih bisa dimasuki. Kita patut memuji langkah Pemerintah yang segera mengetatkan impor, walaupun tidak bisa apa-apa kalau ternyata barang diselundupkan me

Integrasi Iman dan Ilmu

Integrasi Iman dan Ilmu oleh: Ev. Ronald A. H. Oroh, M.Div. Ditulis untuk Buku 40 tahun PO UI: Dahulu, Kini, dan Esok I do not feel obliged to believe that the same God who has endowed us with sense, reason, and intellect has intended us to forgo their use. - Galileo Galilei Topik tentang hubungan Iman dan Ilmu sudah dibahas berkali-kali dan sudah terlalu banyak artikel dan buku tentang hal ini. Mengapa sampai harus dibahas berkali-kali? Sangat penting? Atau iman dan ilmu memang tidak pernah diintegrasikan sehingga harus dibahas terus-menerus?! Dalam tulisan ini, saya akan membahas bagaimana seharusnya kita melihat hubungan Iman dan Ilmu dari penciptaan sampai pada kekekalan. Kej. 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah