Posts

Menegur Yang Tua

Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegurlah dia sebagai bapak. (1 Timotius 5:1) Paling bingung bila kita harus menegur yang lebih tua dari kita, bukan ? Termasuk bila yang kita mau tegur adalah atasan kita, manager atau bahkan direktur kita.  Kadang kedekatan kita dengan mereka saja pun belum tentu membuat kita bisa menegur mereka dengan mudah.  Tapi ayat ini memudahkan kita untuk bisa menegur mereka.  Ya, menganggap mereka seperti orang tua sendiri, seperti bapak kita. Saat ini menegur mereka, bila kita menganggap dia adalah orangtua, bapak kita, maka kita dengan mudah menyampaikan hal yang ingin kita sampaikan. Ingin menegur mereka, sampaikan dengan baik, karena mereka adalah orangtua kita. Saya juga bersyukur, ada tim saya yang menegur saya, dengan mengatakan terlebih dulu, saya seperti bapak untuk dia. Saat dia menyampaikan 'teguran'nya, saya tidak merasa sakit hati, marah bahkan dendam.  Saya senang mendengar masukan dan tegurannya itu. Mengingatkan

Work From Home atau Work From Heart

Kembali setelah liburan panjang lebaran, kita menghadapi satu dilema lagi, apakah kita akan kembali ke kantor semua (Work from office), atau malah mengikuti anjuran tren Work from Home. Bila kita kembali kepada panduan kita, Alkitab, maka pertama kembali ditunjukkan kepada kita TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15) Maka kita akan melihat, mau tidak mau, kita harus bekerja. Bahkan manusia pertama yang ada pun telah mendapatkan tugas khusus, bekerja mengusahakan dan memelihara taman.  Tapi mungkin manusia pertama itu tinggal di taman Eden, dan bekerja juga di taman Eden. Apakah ini bisa dianggap work from home ?  Kenyataannya tidak. Pastikan Sang Adam punya tempat dia beristirahat (home / rumah), dan ada tempat dia mengerjakan pekerjaannya, itulah tempat nya bekerja (work).  Tantangan untuk kita, sang pengelola usaha yang diberikan Tuhan, memikirkan apakah kita akan tetap WFH, atau WFH. Apapun pi

Tujuh Hati Yang Membentuk Karakter Kepemimpinan

Kembali saya membaca buku Lead To Bless , karya Pak Paulus Bambang WS yang menjadi salah satu buku wajib dalam komunitas KBC (Kingdom Business Community). Sewaktu mengikuti modul Lead To Bless, buku ini banyak membantu saya mengerti bahan yang dibagikan.  Namun kali ini saya kembali membuka buku ini karena ternyata di modul selanjutnya, yaitu Shifting Up, saya tetap harus membuka bahan ini karena ada hal-hal dasar yang menjadi pondasi dalam mengerjakan tugas dan materi yang diberikan.  Memang modul Shifting Up seperti layaknya mengerjakan sebuah proposal Startup, tapi berangkat dari bisnis yang sedang kita geluti sendiri. Kali ini saya mencoba fokus mengangkat bisnis PT KCI yang telah berjalan sejak 2018, tapi masih belum optimal. Layanan yang kami berikan diantaranya adalah portal informasi Smartcity - IoT - Robotic di www.smartcityindo.com, event-event di www.eventcerdas.com-  mitra transformasi digital bisnis anda , pusatrobot.id - portal robot beli dan sewa, dan www.biskom.web.id -

Mengelola Konflik Ala Abram

  KEJADIAN 13  1  Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.  2  Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.  3  Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,  4  ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.  5  Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.  6  Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.  7  Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.  8  Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, seb

Menjadi Fasilitator

  Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" ( Matius 7:3 ) Semenjak mengenal komunitas KBC (Kingdom Business Community) tahun lalu, saya aktif mengikuti berbagai kegiatan KBC. Mulai dari peserta di Sukses Sejati, GLEAM dan Lead To Bless.  Tahun ini saya memulai salah satu janji iman saya, menjadi fasilitator dalam kegiatan KBC, dan dimulai dengan menjadi fasilitator di Sukses Sejati. Meskipun secara online, tapi ada banyak hal yang bisa saya ambil dari kegiatan menjadi fasilitator.  Dan sekarang, akhir bulan maret ini , saya akan kembali melayani sebagai fasilitator di GLEAM. Salah satu hal menarik yang menjadi perenungan saya saat mengikuti pembekalan yang disampaikan pak Agus Susetyo adalah perbandingan seorang fasilitator vs mentor vs coach.  Dulu saya ingat, saya pernah bermimpi dan mentargetkan menjadi motivator, maka upaya yang pernah saya coba adalah mengikuti pelatihan menjadi coach. Pada saat saya sen

Jadilah Masterpiece

Image
Efesus 2:1-10   2:1  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.   g     2:2  Kamu hidup   h    di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini,   i    karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa,   j    yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka   1   .   k     2:3  Sebenarnya dahulu   l    kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging   m    dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.  2:4  Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya   n    yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,  2:5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan   o    kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan   p   --  2:6  dan di dalam Kristus Yesus   q    Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan D

Penyalur Berkat Imlek

Image
  Memahami 1 Raja-raja 17:13 di saat hari Imlek 2022 adalah sangat tepat.  1 RAJA-RAJA 17:7-16  7  Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.  8  Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:  9  "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." 10  Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." 11  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." 12  Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sek