Posts

Hamba Jadi Pemimpin

  LUKAS 1:26-38 26  Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 29  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." 34  Kata Maria ke

Kemudi Pikiran

 Filipi 4:8-9 (TB) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. https://alkitab.app/v/ea771f11a7e7 Sudah dengar apa yang akan terjadi di tahun 2023 ? Sudah lihat berbagai gejalanya? Ya, resesi global di depan mata. Mungkin berimbas ke Indonesia, maka kita harus begini, harus begitu. Semua bertanya apa yang akan terjadi di tahun depan, yang penuh ketidakpastian. Semua akan berpikir bahwa dunia akan runtuh, dan semua akan sulit. Inilah saatnya kita kemudikan kembali pikiran kita. Bila kita berpikir kita akan sakit, maka kita akan sakit bukan? Bila kita berpikir kita akan jatuh, maka kemungkinan besar kita akan jat

Lingkungan Buruk

  Ulangan 12:29-32 29  "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya, 30  maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu. 31  Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. 32  Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Masih ingat, waktu kerja dulu, karena kawan-kawan terdekatnya orang sunda, maka otomatis logat saya

Lagu di Pelantikan Pengurus BPK Penabur Jakarta - 5 Nov 2022

Image
 Kumulai dari diri sendiri untuk melakukan yang benar Kumulai dari diri sendiri, hidup jujur dengan hikmat Tuhanku Kumulai dari diri sendiri untuk melakukan yang benar Kumulai dari diri sendiri, hidup jujur dengan hikmat Tuhanku Tekadku Tuhan, mengikut-Mu selama hidupku Berpegang teguh kepada iman dan percayaku Akan kumulai dari diriku melakukan sikap yang benar Biarpun kecil dan sederhana, kuasa Tuhan membuat jadi besar Kumulai dari keluargaku menjadi pelaku firman-Mu S'lalu mendengar tuntunan Tuhan, berserah pada rencana kasih-Mu Kadang-kadang lain jawaban Tuhan atas doaku Kupegang teguh, Tuhanku memberikan yang terbaik Kumulai dari keluargaku, hidup memancarkan kasih-Mu Walau ku lemah dan tidak layak, kuasa Tuhan menguatkan diriku Tiap kali memulai pelayanan baru, saya kadang selalu bertanya dalam hati. Oh, Tuhan, apakah aku sanggup.  Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Lie Nah dalam pelantikan pengurus BPK Penabur Jakarta hari ini, dimana saya terlibat di dalamnya, sungguh

Mengembangkan Talenta dan Mina kita

Image
Semenjak Mei 2022, saya sibuk mengembangkan 'talenta' yang Tuhan berikan dalam bentuk usaha baru yang ingin jalankan. Sehingga hampir lupa mengisi blog ini. Salah satu alasan mengapa nama LIMA DUA SATU dipilih adalah karena perumpamaan Talenta atau perumpaan uang Mina. Kedua bagian Alkitab yang muncul di : Matius 25:14-25:30 Lukas 19:12-19:27 Kelihatannya kedua perumpamaan ini memiliki kesamaan. Padahal tidak. Di perumpaan uang Mina (Lukas 19), ada angka yang sama diberikan kepada sepuluh hamba. Dan dua yang berhasil mengembangkan uang mina yang diterimanya.. Hamba 1 - 1 Mina -> 10 Mina -> 10 Kota Hamba 2 - 1 Mina -> 5 Mina -> 5 Kota Hamba 3 - 1 Mina -> 1 Mina -> diberikan ke Hamba 1  Mari kita lihat pembahasannya dibawah ini. Perumpamaan uang mina bicara soal mengembangkan anugrah, kepercayaan dari Tuannya semaksimal mungkin. Sehingga Tuannya merasakan kagum dan puas.  Kita diajak untuk menyadari, bahwa setiap jalan kehidupan, ada tantangan, hambatan dan r

Menegur Yang Tua

Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegurlah dia sebagai bapak. (1 Timotius 5:1) Paling bingung bila kita harus menegur yang lebih tua dari kita, bukan ? Termasuk bila yang kita mau tegur adalah atasan kita, manager atau bahkan direktur kita.  Kadang kedekatan kita dengan mereka saja pun belum tentu membuat kita bisa menegur mereka dengan mudah.  Tapi ayat ini memudahkan kita untuk bisa menegur mereka.  Ya, menganggap mereka seperti orang tua sendiri, seperti bapak kita. Saat ini menegur mereka, bila kita menganggap dia adalah orangtua, bapak kita, maka kita dengan mudah menyampaikan hal yang ingin kita sampaikan. Ingin menegur mereka, sampaikan dengan baik, karena mereka adalah orangtua kita. Saya juga bersyukur, ada tim saya yang menegur saya, dengan mengatakan terlebih dulu, saya seperti bapak untuk dia. Saat dia menyampaikan 'teguran'nya, saya tidak merasa sakit hati, marah bahkan dendam.  Saya senang mendengar masukan dan tegurannya itu. Mengingatkan

Work From Home atau Work From Heart

Kembali setelah liburan panjang lebaran, kita menghadapi satu dilema lagi, apakah kita akan kembali ke kantor semua (Work from office), atau malah mengikuti anjuran tren Work from Home. Bila kita kembali kepada panduan kita, Alkitab, maka pertama kembali ditunjukkan kepada kita TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15) Maka kita akan melihat, mau tidak mau, kita harus bekerja. Bahkan manusia pertama yang ada pun telah mendapatkan tugas khusus, bekerja mengusahakan dan memelihara taman.  Tapi mungkin manusia pertama itu tinggal di taman Eden, dan bekerja juga di taman Eden. Apakah ini bisa dianggap work from home ?  Kenyataannya tidak. Pastikan Sang Adam punya tempat dia beristirahat (home / rumah), dan ada tempat dia mengerjakan pekerjaannya, itulah tempat nya bekerja (work).  Tantangan untuk kita, sang pengelola usaha yang diberikan Tuhan, memikirkan apakah kita akan tetap WFH, atau WFH. Apapun pi