Posts

Bukan Kenyang Tapi Sehat

  Bukan Kenyang Tapi Sehat Ulangan 8:3, 6 (TB)  Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.   Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.  https://alkitab.app/v/441901390453 Kita makan untuk apa?  Memasuki umur 40 di beberapa tahun lalu, saya mulai memperbaiki kebiasaan makan.  Tidak makan yang terlalu berlemak, mengurangi nasi, menjauhi mie kesukaan saya. Semua yang enak banget harus dikurangi dengan berat hati. Semuanya untuk menjadi semakin sehat.  Jadi ingat lagi ayat ini, 40 tahun bangsa Israel sebelum masuk ke dalam tanah perjanjian. Waktu yang sangat lama. Tapi cukup untuk menghilangkan satu generasi yang tegar tengkuk. Generasi yang suka makan b

Evaluasi Tambah Kurang Kali Bagi Dalam Bisnis Anda

  Salah satu yang saya pelajari dalam pembelajaran bersama GLEAM adalah evaluasi + (tambah), - (kurang), x (kali) dan / (bagi) untuk bisnis anda. Dalam pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari Key Success Factor, kemudian di dalamnya ada daftar area yang kita lihat menjadi Key Result Area. Sekarang saatnya kita melihat lebih dalam lagi, karena kita sudah tahu mana yang harus difokuskan dan menjadi KSF dan KRA. Maka kita akan melihat ada hal-hal yang bisa kita lakukan Tambah - Kurang - Kali dan Bagi dalam bisnis anda. Tambah Penambahan hal-hal yang menurut kita akan sangat penting untuk bisnis kita. Misal, untuk meningkatkan pendapatan, kita perlu sales lebih banyak. Maka tambahnya bisa menjadi + Sales tim 2 orang.  Kurang Kurang ini adalah hal yang selama ini membebani dan mungkin kita harus kurangi dalam bisnis kita. Misal, banyak pengeluaran yang tidak perlu. maka kita harus kurangkan. Contoh - Biaya entertainment Kali Perkalian, artinya multiplikasi, angka yang berlipat. Bagaim

Aku Tidak Sanggup Tuhan

  Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (Keluaran 4:10) Aku tidak sanggup , Tuhan.. pernahkah kita mengucapkan kalimat itu ? Pada saat kita merasa putus asa, bingung dan tidak ada jalan, kita berkata "aku tidak sanggup, Tuhan" Yang menarik, ternyata kalimat ini pun disampaikan oleh Musa, tokoh besar yang membimbing bangsa Israel yang terkenal tegar-tengkuk untuk masuk ke tanah perjanjiannya, tidak tangung-tanggung, 40 tahun berjalan bersama mencapai tujuan. Seorang pemimpin dipegang perkataannya. Itu juga yang kita lihat dari pengalaman Musa ini. Dia merasa dirinya tidak sanggup, tidak mampu, karena tidak bisa berkata-kata. Tidak mampu berkata, dengan alasan berat mulut dan berat lidah. Pengalaman latar belakang masa kecil Musa sedikit banyak membentuk hal ini. Tidak mudah untuk bisa berubah, dan hanya Tuhan yang sanggup dan

Meninggalkan Zona Nyaman

  Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. (Kejadian 19:26) Siapa yang tidak takut kehilangan ? Istri Lot pun demikian. Kehidupan glamour kota Sodom Gomora telah memikat hatinya, dan keluarga mereka. Mereka punya rumah, punya kawan, punya segala sesuatunya disana.  Tapi mendadak, dua orang utusan Allah datang, dan meminta mereka untuk meninggalkan kota yang akan dihancurkan Allah. Mereka bingung, menolak tapi tak kuasa.  Seringkali kehidupan kita seperti itu. Sudah terlalu nyaman.  Bisa saja, kita nyaman sebagai pengusaha, sehingga semua sudah disediakan. Datang sudah siap. Punya ruangan sendiri, punya kursi empuk, dikenal dan dihormati orang.  Berapa lama kita bisa hidup di zona nyaman ? Saya ingat sekali, keluar pertamakali menjadi business development, setelah tahunan kerja nyaman di bank. Kerja di bank waktu itu, hanya tinggal datang ontime. Kemudian meeting jam 10 dan jam 14, sorenya ngopi dan bersantai dengan kawan. Malam nya pu

Memandang Orang Lain Lebih Rendah

Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya, "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menyentuh-Nya ini; tentu Ia tahu bahwa perempuan itu seorang berdosa." (Lukas 7:39) Pernah melihat orang tua, berpakaian lusuh, membawa kantong plastik hitam jelek, berjalan masuk ke bank.  Satpam mencegahnya, dan bertanya mau apa. Jawabnya singkat, mau setoran.  Hal ini mungkin umum kita temui di tempat-tempat usaha di mana banyak kaum tua yang selalu menyetor uang pendapatannya di pagi hari atau sore hari. Sewaktu saya bekerja di bank, dan mendapatkan kesempatan kunjungan ke cabang, pengalaman ini yang saya dapat.  Mereka yang tua, sangat konsisten, selalu datang mungkin di pagi hari , atau sore hari sebelum bank tutup, hanya untuk menyetorkan uang penghasilan mereka, dan mereka berpakaian ala kadarnya. Bahkan hanya menggunakan sandal jepit.  Buat teller bank yang sering melihat, tidak aneh. Tapi buat saya, yang jara

Pemimpin Tentukan Fokus Bisnis Pareto Law

 Setelah melewati  tujuh modal dasar pemimpin di masa pandemi  , kemudian bagaiman seorang pemimpin yang harus punya semangat tinggi,  winning spirit  serta strategi pemenang atau  winning strategy  , selanjutnya apa ? Dalam masa pandemi, tidak semua bisnis bertahan dengan baik. Ada yang harus dikurangi dan bahkan ditutup. Itulah yang harus kita pahami sebagai pemilik bisnis dan usaha.  Dalam sharing salah satu kawan, usaha dan bisnis bengkel nya harus ditutup di lokasi yang tidak lagi menguntungkan. Ada juga yang harus dikurangi layanannnya karena memang bengkel mendadak sepi. Selama 1.5 tahun, tidak banyak mobil yang bergerak dan jalan karena banyak terjadi pembatasan mobilitas. Otomatis bengkel mendadak sepi.  Saya sendiri, biasanya jarak tempuh dan kilometer mobil bisa tinggi dalam tiap kali kunjungan ke bengkel, sekarang hampir setahun bahkan tidak sampai 5000 km. Maka bila anda memiliki  bengkel, pasti akan merasakan hal ini. Memfokuskan kepada apa yang menghasilkan, itu yang har

Anda Tukang Apa ?

    "Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada di sini bersama kita?" Lalu mereka menolak Dia. (Markus 6:3) Membaca ayat ini, apa pikiran anda ? Saya berpikir, jabatan tukang kayu saat ini.  Waktu saya kecil, kami tinggal di daerah Bukitduri, dimana sepanjang jalannya ada tukang kayu, pembuat kusen pintu dari kayu.  Mereka pagi sudah bangun, mempersiapkan kayu dan hingga siang dan sore hari, mereka memotong kayu dan mengerjakan berbagai pesanan. Jaman itu belum banyak ada alat potong kayu dan pengoles amplas gunakan listrik, semua pakai tangan. Tidak terbayang jaman Tuhan Yesus jadi tukang kayu, mungkin lebih sederhana peralatannya. Apapun jabatan kita, jangan kita menganggap nya remeh. Meskipun hanya tukang kayu, ada hasil kayu dan pekerjaan kayu yang dihasilkannya.  Semua jabatan 'tukang' ini menunjukkan spesialisasi jaman itu. Masih ingat ada tukang gigi, dan beraneka ragam tuka